Anda Was-was Tabung Gas LPG Anda Meledak…??

17 11 2009

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Pemerintah terus berupaya mengurangi distribusi minyak tanah di Indonesia. Sebagai gantinya maka digelontorkanlah program konversi dari Minyak Tanah ke Elpiji di seluruh Indonesia.

Dan daerah Sumatera Barat merupakan salah satu dari daerah-daerah yang dijadwalkan menjalankan Program Konversi Pada 2010 Selain Bangka Belitung, Jambi, Bengkulu, NTB, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

Sehingga saat sekarang ini pemakaian gas LPG sudah merupakan keharusan untuk setiap keluarga untuk digunakan,dikarenakan sulitnya memperoleh minyak tanah.

Namun,Pada Kenyataannya, pemakaian Gas LPG sering mengalami kebocoran. Sehingga gas sangat cepat habis atau kemungkinan terburuk adalah dapat mengakibatkan kebakaran akibat meledaknya tabung gas. Dan Letak kebocoran adalah pada sambungan tabung dan regulator.

Namun sekarang telah tersedia Pengaman Regulator LPG (LPG REGULATOR SAFETY DEVICE) yang terbuat dari plat besi dengan design yang mudah dan aman digunakan Bekerja dengan prinsip merapatkan/mengunci sambungan antara tabung dan regulator, serta berfungsi untuk:

  1. Mencegah kebocoran gas elpiji yang bisa menyebabkan ledakan dan kebakaran pada tabung gas elpiji (LPG).
  2. Dapat menghemat gas elpiji (LPG) anda hingga 30%.

SILAHKAN PESAN SEKARANG JUGA!!!!

DISTRIBUTOR SUMATERA BARAT CV. MAHAMERU JAYA

CV. YANKONVEKSI

JL.SAMUDERA No.1 A PANTAI PADANG (TAPLAU)

Hubungi HP: 081266011885 dan Telp:07517810596 A/n Bpk.Yansurdin





Konversi Minyak Tanah ke Elpiji Tuntas 2010

17 11 2009

JAKARTA–Program konversi minyak tanah ke elpiji 3 kilogram ditargetkan selesai pada pertengahan 2010. Deputi Direktur Pemasaran Pertamina, Hanung Budya, mengungkapkan hingga pertengahn Oktober 2009 ini Pertamina sudah membagikan 40 juta paket tabung 3 kg. Sementara target keseluruhan adalah 52 juta paket konversi.

”Saat ini masih kurang sekitar 12 juta paket lagi. Kita targetkan bisa selesai pada 2010,” kata Hanung dalam acara syukuran tercapainya pembagian 40 juta paket perdana elpiji (LPG) 3 kg di Jakarta, Senin (19/10).

Hanung memaparkan pada awal konversi pada Mei 2007 Pertamina hanya membagikan empat juta paket. Selanjutnya pada 2008 didistribusikan 15 juta paket.

”Pada 2009 ini hingga pertengahan Oktober kita telah mendistribusikan 21 juta paket. Tahun ini kita targetkan distribusi lepiji 3 kg kepada 23 juta kepala keluarga,” kata Hanung.

Sampai saat ini, lanjut Hanung, program konversi sudah menjangkau 13 provinsi. Sementara jumlah minyak tanah bersubsidi yang telah ditarik mencapai 6,3 juta kilo liter yang diikuti jumlah elpiji yang masuk sebesar 1,9 juta ton.

Hanung mengungkapkan penghematan yang bisa dilakukan untuk subsidi kotor ini mencapai Rp 20 Triliun. Setelah dikurangi biaya konversi sebesar Rp 9,3 triliun, ujarnya, maka penghematan bersih yang bisa dicapai sebesar Rp 10,7 triliun.

Minyak tanah bersubsidi di wilayah DKI Jakarta telah ditarik secara keseluruhan pada 16 Mei 2008. ”Untuk Jabodetabek pada 17 Agustus 2008 dan untuk Jawa bagian barat serta Yogyakarta pada 1 Mei 2009,” kata dia.

Sedangkan untuk seluruh wilayah Jawa-Bali, Hanung menargetkan bisa terkonversi semuanya pada tahun ini. ”Paling lambat Januari-Februari 2010,” ungkap Hanung. Ini mengingat sejauh ini untuk wilayah Jateng dan Bali sama-sama sudah mencapai 97 persen, sedangkan wilayah Jatim baru 84 persen.

Jumlah stasiun pengisian bahan bakar elpiji (SPBE) tabung 3 kg yang saat ini sudah beroperasi, kata Hanung, sebanyak 177 unit dengan jumlah agen sebanyak 2.077 orang. ”Saat ini untuk isi ulang tabung 3 kg per hari mencapai 2,4 juta unit atau sekitar 7.200 ton per hari,” papar Hanung. Pertamina hingga saat ini tercatat telah membagikan 82,25 juta tabung 3 kg, 44,76 juta kompor serta selang dan regulator sebanyak 44,904 juta unit. cep/rif

JAKARTA–Program konversi minyak tanah ke elpiji 3 kilogram ditargetkan selesai pada pertengahan 2010. Deputi Direktur Pemasaran Pertamina, Hanung Budya, mengungkapkan hingga pertengahn Oktober 2009 ini Pertamina sudah membagikan 40 juta paket tabung 3 kg. Sementara target keseluruhan adalah 52 juta paket konversi.”Saat ini masih kurang sekitar 12 juta paket lagi. Kita targetkan bisa selesai pada 2010,” kata Hanung dalam acara syukuran tercapainya pembagian 40 juta paket perdana elpiji (LPG) 3 kg di Jakarta, Senin (19/10).

Hanung memaparkan pada awal konversi pada Mei 2007 Pertamina hanya membagikan empat juta paket. Selanjutnya pada 2008 didistribusikan 15 juta paket.

”Pada 2009 ini hingga pertengahan Oktober kita telah mendistribusikan 21 juta paket. Tahun ini kita targetkan distribusi lepiji 3 kg kepada 23 juta kepala keluarga,” kata Hanung.

Sampai saat ini, lanjut Hanung, program konversi sudah menjangkau 13 provinsi. Sementara jumlah minyak tanah bersubsidi yang telah ditarik mencapai 6,3 juta kilo liter yang diikuti jumlah elpiji yang masuk sebesar 1,9 juta ton.

Hanung mengungkapkan penghematan yang bisa dilakukan untuk subsidi kotor ini mencapai Rp 20 Triliun. Setelah dikurangi biaya konversi sebesar Rp 9,3 triliun, ujarnya, maka penghematan bersih yang bisa dicapai sebesar Rp 10,7 triliun.

Minyak tanah bersubsidi di wilayah DKI Jakarta telah ditarik secara keseluruhan pada 16 Mei 2008. ”Untuk Jabodetabek pada 17 Agustus 2008 dan untuk Jawa bagian barat serta Yogyakarta pada 1 Mei 2009,” kata dia.

Sedangkan untuk seluruh wilayah Jawa-Bali, Hanung menargetkan bisa terkonversi semuanya pada tahun ini. ”Paling lambat Januari-Februari 2010,” ungkap Hanung. Ini mengingat sejauh ini untuk wilayah Jateng dan Bali sama-sama sudah mencapai 97 persen, sedangkan wilayah Jatim baru 84 persen.

Jumlah stasiun pengisian bahan bakar elpiji (SPBE) tabung 3 kg yang saat ini sudah beroperasi, kata Hanung, sebanyak 177 unit dengan jumlah agen sebanyak 2.077 orang. ”Saat ini untuk isi ulang tabung 3 kg per hari mencapai 2,4 juta unit atau sekitar 7.200 ton per hari,” papar Hanung. Pertamina hingga saat ini tercatat telah membagikan 82,25 juta tabung 3 kg, 44,76 juta kompor serta selang dan regulator sebanyak 44,904 juta unit. cep/rif





Daftar Daerah Konversi Mitan ke LPG di 2010

17 11 2009

minyak tanah

JAKARTA – Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merencanakan beberapa daerah dalam jadwal konversi minyak tanah ke gas elpiji pada 2010 mendatang.

“Adapun daerah-daerah yang dijadwalkan menjalankan program konversi pada 2010 antara lain Sumatera Barat, Bangka Belitung, Jambi, Bengkulu, NTB, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara,” ujar Menteri ESDM Darwin Z. Saleh dalam paparannya di depan Komisi VII DPR, Jakarta, tadi malam.

Ia menambahkan, selain wilayah baru tersebut, jadwal konversi minyak tanah ke gas 2010 akan melanjutkan programnya pada daerah yang masuk rencana 2009, tapi belum selesai digarap.

“Rencananya pada 2010 pemerintah akan mendistribusikan paket perdana LPG tabung 3 kilogram sebanyak 9,395,000 paket,” katanya.

Sementara beberapa daerah yang menjalankan program konversi pada 2009 antara lain, NAD, Riau Daratan, Kep Riau, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, DKI, Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Bali, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Selatan.

“Rencananya pada 2009 ini pemerintah akan mendistribusikan paket perdana tabung 3 kilogram sebanyak 23,772,581 paket,” jelasnya.(dat02/inilah)

Sumber : http://www.waspada.co.id





PERTAMINA SUMBAR TARGETKAN KONVERSI ELPIJI JANUARI 2010

17 11 2009


Jumat, 28 Agustus 2009

PT. Pertamina pemasaran wilayah Sumatra Barat (Sumbar) menargetkan konversi minyak tanah ke gas elpiji di daerah itu mulai Januari 2010 Padang, 28/8 (Antara/FINROLL News) – PT. Pertamina pemasaran wilayah Sumatra Barat (Sumbar) menargetkan konversi minyak tanah ke gas elpiji di daerah itu mulai Januari 2010 “Kita optimistis konversi elpiji rumah tangga di Sumbar tak akan menghadapi kendala berarti karena masyarakatnya cukup egaliter. Kita mengasumsikan pendistribusian sekitar 807.079 paket untuk 19 kab/kota,” kata Sales Representative (SR) PT Pertamina pemasaran wilayah Sumbar, Abdul Manan kepada ANTARA di Padang, Jumat.

Dia optimis pendistribusian ke 19 kabupaten/kota akan selesai dalam waktu tiga bulan. Sebagai langkah persiapan konversi tersebut jajaran Pertamina pemasaran wilayah Sumbar menjadwalkan mulai awal Desember 2009 telah dilakukan pemetaan wilayah, jelasnya. Selanjutnya diteruskan konsultasi dengan gubernur Sumbar serta bupati/wali kota se-Sumbar untuk menyamakan pandangan. Kemudian konsultan akan diturunkan hingga ke tingkat kecamatan untuk survei mana yang layak dan tidaknya pendistribusian lebih awal.

Menurut dia, terdapatnya asumsi untuk wilayah Sumbar sebesar 807.079 paket itu, karena diprediksi sekitar 40 persen masyarakat sudah memakai elpiji untuk kebutuhan rumah tangga di provinsi itu. Misalnya, di Kota Padang, menurut hasil data penduduk, terdapat 240.920 Kepala Keluarga (KK) dengan asumsi hanya sekitar 60 persen yang belum menggunakan gas elpiji untuk kebutuhan rumah tangga. Selain itu, saat ini total kebutuhan Sumbar akan elpiji sebanyak 70 metrik ton/hari dan selama Ramadhan hingga lebaran dicadangkan 15 persen. Kemudian, melihat dari pemakaian minyak tanah wilayah Sumbar, hanya 500 liter per hari, namun dalam konversi nanti termasuk masyarakat yang masih menggunakan bahan bakar kayu bakar dan pedagang kaki lima. Di kabupaten/kota di Sumbar, masih ada masyarakat yang tidak memakai bahan bakar kayu api sama sekali, di antaranya Kota Solok. Melihat kondisi ini, hanya dibutuhkan sekitar delapan konsultan mitra untuk turun kelapangan dan sudah bisa didistribusi secara serentak hingga Maret 2010.

Lebih lanjut dijelaskannya, bahwa dalam konversi minyak tanah ke elpiji Pertamina menyalurkan dalam bentuk –satu tabung elpiji ukuran tiga kg, satu unit kompor gas dan regulatornya. “Kita berharap masyarakat Sumbar untuk memulai belajar dalam penggunaan kompor gas sehingga saat konversi nanti semakin terbiasa dan tahu cara pemakaiannya yang benar,” imbaunya. Menurutnya, pemakaian elpiji pada rumah tangga jauh iritnya dibandingkan dengan mengandalkan bahan bakar minyak tanah, karena perbandingan dua liter minyak tanah hanya 1 kg gas elpiji. Jadi, untuk memasak dengan lima orang anggota keluarga pada satu KK, elpiji dengan ukuran tabung 3kg bisa mencukupi selama sembilan hari, diperkirakan pengeluaran masyarakat dapat dihemat sekitar Rp48 ribu/bulannya dibandingkan dengan memakai minyak tanah karena ada sampai Rp4.000/liter.

“Pemerintah untuk subsidi minyak tanah terkoreksi dana berkisar Rp45 hingga Rp48 triliun dan dengan konversi ke elpiji diperkirakan terdapat penghematan Rp24 triliun,”katanya. Dia mengungkapkan, dengan konversi elpiji yang telah dilakukan di wilayah Bali dan Pulau Jawa serta di Palembang Sumatra Selatan telah terdapat penghematan pemerintah sebesar Rp8 triliun. Konversi di wilayah Pulau Sumatra, selain Palembang juga telah dilaksanakan di Jambi dan beberapa kota di Sumatra Utara dan selanjutnya di Sumbar awal 2010. “Kita sangat berharap kesadaran dan kemauan masyarakat serta dorongan pemerintah daerah sehingga dalam pelaksanaan program konversi nantinya berjalan dengan lancar, juga sesuai target,”katanya. (KSA/B)








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.