Konversi Minyak Tanah ke Elpiji Tuntas 2010

17 11 2009

JAKARTA–Program konversi minyak tanah ke elpiji 3 kilogram ditargetkan selesai pada pertengahan 2010. Deputi Direktur Pemasaran Pertamina, Hanung Budya, mengungkapkan hingga pertengahn Oktober 2009 ini Pertamina sudah membagikan 40 juta paket tabung 3 kg. Sementara target keseluruhan adalah 52 juta paket konversi.

”Saat ini masih kurang sekitar 12 juta paket lagi. Kita targetkan bisa selesai pada 2010,” kata Hanung dalam acara syukuran tercapainya pembagian 40 juta paket perdana elpiji (LPG) 3 kg di Jakarta, Senin (19/10).

Hanung memaparkan pada awal konversi pada Mei 2007 Pertamina hanya membagikan empat juta paket. Selanjutnya pada 2008 didistribusikan 15 juta paket.

”Pada 2009 ini hingga pertengahan Oktober kita telah mendistribusikan 21 juta paket. Tahun ini kita targetkan distribusi lepiji 3 kg kepada 23 juta kepala keluarga,” kata Hanung.

Sampai saat ini, lanjut Hanung, program konversi sudah menjangkau 13 provinsi. Sementara jumlah minyak tanah bersubsidi yang telah ditarik mencapai 6,3 juta kilo liter yang diikuti jumlah elpiji yang masuk sebesar 1,9 juta ton.

Hanung mengungkapkan penghematan yang bisa dilakukan untuk subsidi kotor ini mencapai Rp 20 Triliun. Setelah dikurangi biaya konversi sebesar Rp 9,3 triliun, ujarnya, maka penghematan bersih yang bisa dicapai sebesar Rp 10,7 triliun.

Minyak tanah bersubsidi di wilayah DKI Jakarta telah ditarik secara keseluruhan pada 16 Mei 2008. ”Untuk Jabodetabek pada 17 Agustus 2008 dan untuk Jawa bagian barat serta Yogyakarta pada 1 Mei 2009,” kata dia.

Sedangkan untuk seluruh wilayah Jawa-Bali, Hanung menargetkan bisa terkonversi semuanya pada tahun ini. ”Paling lambat Januari-Februari 2010,” ungkap Hanung. Ini mengingat sejauh ini untuk wilayah Jateng dan Bali sama-sama sudah mencapai 97 persen, sedangkan wilayah Jatim baru 84 persen.

Jumlah stasiun pengisian bahan bakar elpiji (SPBE) tabung 3 kg yang saat ini sudah beroperasi, kata Hanung, sebanyak 177 unit dengan jumlah agen sebanyak 2.077 orang. ”Saat ini untuk isi ulang tabung 3 kg per hari mencapai 2,4 juta unit atau sekitar 7.200 ton per hari,” papar Hanung. Pertamina hingga saat ini tercatat telah membagikan 82,25 juta tabung 3 kg, 44,76 juta kompor serta selang dan regulator sebanyak 44,904 juta unit. cep/rif

JAKARTA–Program konversi minyak tanah ke elpiji 3 kilogram ditargetkan selesai pada pertengahan 2010. Deputi Direktur Pemasaran Pertamina, Hanung Budya, mengungkapkan hingga pertengahn Oktober 2009 ini Pertamina sudah membagikan 40 juta paket tabung 3 kg. Sementara target keseluruhan adalah 52 juta paket konversi.”Saat ini masih kurang sekitar 12 juta paket lagi. Kita targetkan bisa selesai pada 2010,” kata Hanung dalam acara syukuran tercapainya pembagian 40 juta paket perdana elpiji (LPG) 3 kg di Jakarta, Senin (19/10).

Hanung memaparkan pada awal konversi pada Mei 2007 Pertamina hanya membagikan empat juta paket. Selanjutnya pada 2008 didistribusikan 15 juta paket.

”Pada 2009 ini hingga pertengahan Oktober kita telah mendistribusikan 21 juta paket. Tahun ini kita targetkan distribusi lepiji 3 kg kepada 23 juta kepala keluarga,” kata Hanung.

Sampai saat ini, lanjut Hanung, program konversi sudah menjangkau 13 provinsi. Sementara jumlah minyak tanah bersubsidi yang telah ditarik mencapai 6,3 juta kilo liter yang diikuti jumlah elpiji yang masuk sebesar 1,9 juta ton.

Hanung mengungkapkan penghematan yang bisa dilakukan untuk subsidi kotor ini mencapai Rp 20 Triliun. Setelah dikurangi biaya konversi sebesar Rp 9,3 triliun, ujarnya, maka penghematan bersih yang bisa dicapai sebesar Rp 10,7 triliun.

Minyak tanah bersubsidi di wilayah DKI Jakarta telah ditarik secara keseluruhan pada 16 Mei 2008. ”Untuk Jabodetabek pada 17 Agustus 2008 dan untuk Jawa bagian barat serta Yogyakarta pada 1 Mei 2009,” kata dia.

Sedangkan untuk seluruh wilayah Jawa-Bali, Hanung menargetkan bisa terkonversi semuanya pada tahun ini. ”Paling lambat Januari-Februari 2010,” ungkap Hanung. Ini mengingat sejauh ini untuk wilayah Jateng dan Bali sama-sama sudah mencapai 97 persen, sedangkan wilayah Jatim baru 84 persen.

Jumlah stasiun pengisian bahan bakar elpiji (SPBE) tabung 3 kg yang saat ini sudah beroperasi, kata Hanung, sebanyak 177 unit dengan jumlah agen sebanyak 2.077 orang. ”Saat ini untuk isi ulang tabung 3 kg per hari mencapai 2,4 juta unit atau sekitar 7.200 ton per hari,” papar Hanung. Pertamina hingga saat ini tercatat telah membagikan 82,25 juta tabung 3 kg, 44,76 juta kompor serta selang dan regulator sebanyak 44,904 juta unit. cep/rif


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: